KOMUNIKASI POLITIK DALAM SISTEM POLITIK

Konsep Dasar Komuikasi

Komunikasi adalah proses pertukaran informasi, ide, pikiran, atau perasaan antara individu atau kelompok melalui berbagai saluran atau medium. Tujuan utama dari komunikasi adalah mentransfer makna dari satu pihak kepada pihak lainnya. Komunikasi bisa bersifat verbal (melalui kata-kata) atau nonverbal (melalui bahasa tubuh, ekspresi wajah, gerakan, dll.).

Gambar 1. Elemen Komunikasi
Gambar 2. Tujuan Komunikasi

Komunikasi Politik

Komunikasi politik adalah proses pertukaran informasi, pesan, dan pandangan yang terkait dengan dunia politik antara individu, kelompok, atau lembaga politik. Tujuan utama dari komunikasi politik adalah mempengaruhi persepsi, pandangan, dan perilaku masyarakat terkait dengan isu-isu politik, pemimpin, partai politik, atau kebijakan publik.

Menurut Blake dan Haroldsen (2003), komunikasi politik digolongkan sebagai salah satu bentuk komunikasi di antara sembilan bentuk komunikasi yang lain: komunikasi intrapersonal, komunikasi antarpersonal, komunikasi organisasi, komunikasi massa, komunikasi media massa, telekomunikasi, rumor dan komunikasi nonverbal.

Menurut penulis sendiri, kajian komunikasi politik merupakan puncak atau fase tertinggi dari kajian dalam bidang komunikasi. Pertama, komunikasi politik sudah menyentuh bidang kekuasaan dan sistem politik (negara). Kedua, komunikasi politik sudah menjadi pembicaraan yang serius, fokus dan sungguh-sungguh karena berkaitan dengan masalah kehidupan berbangsa dan bernegara.

Untuk memahami pertemuan disiplin ilmu komunikasi dan politik, kita dapat menelusurinya terutama dari formula Aristoteles dan Lasswell.

  1. Who says what to whom (Aristoteles).
  2. Who says what in which channel to whom and with what effects (Lasswell).
  3. Who gets what, when, and how (Lasswell).
Gambar 3. Model Komunikasi Politik

Tujuan Komunikasi Politik

Tujuan dan fungsi komunikasi politik merujuk pada tujuan dan fungsi dari komunikasi yang terjadi dalam konteks politik. Tujuan dan fungsi komunikasi politik meliputi beberapa hal, di antaranya:

  1. Membentuk opini dan pandangan publik: Salah satu tujuan utama dari komunikasi politik adalah untuk mempengaruhi opini dan pandangan publik mengenai suatu isu atau calon politik. Melalui berbagai saluran komunikasi seperti media massa, debat politik, iklan politik, dan sebagainya, para politisi dan partai politik berusaha untuk membangun citra positif dan memperoleh dukungan dari publik.
  2. Meningkatkan partisipasi politik: Komunikasi politik juga bertujuan untuk meningkatkan partisipasi politik masyarakat dalam berbagai kegiatan politik seperti pemilihan umum, referendum, atau kampanye politik lainnya.
  3. Meningkatkan kepercayaan publik: Dalam komunikasi politik, terdapat upaya untuk membangun kepercayaan publik terhadap para politisi dan partai politik melalui berbagai cara, seperti menyampaikan informasi yang akurat dan transparan, berkomunikasi secara terbuka, dan sebagainya.
  4. Membentuk kebijakan publik: Komunikasi politik juga berfungsi untuk membentuk kebijakan publik melalui pertukaran informasi dan pemikiran antara para politisi, partai politik, dan masyarakat.
  5. Meningkatkan kesadaran politik: Komunikasi politik dapat meningkatkan kesadaran politik masyarakat dengan menyampaikan informasi mengenai hak-hak politik, tata cara pemilihan umum, dan sebagainya. (D. Nimmo dan Keith R. Sanders)

Bentuk Komunikasi Politik

Terdapat beberapa bentuk komunikasi politik yang dilakukan komunikator politik untuk mencapai tujuannya (Hikmat, 2010: 37).

  1. Retorika, Retorika adalah seni atau ilmu yang berkaitan dengan penggunaan bahasa secara efektif untuk tujuan persuasif atau komunikatif. Retorika sering terkait dengan tiga elemen penting: Logos (logika), Ethos (etika atau karakter), dan Pathos (emosi).
  2. Propaganda, Propaganda adalah upaya sistematis untuk menyebarkan informasi atau pesan dengan tujuan memengaruhi atau memanipulasi opini, sikap, dan perilaku orang-orang agar sesuai dengan pandangan atau tujuan tertentu.
  3. Public Relation, Public Relations (PR), atau hubungan masyarakat, merujuk pada praktik komunikasi dan manajemen yang bertujuan untuk membangun, memelihara, dan meningkatkan hubungan positif antara organisasi atau individu dengan publiknya
  4. Kampanye, Kampanye merujuk pada serangkaian kegiatan yang direncanakan dan dilaksanakan untuk mencapai tujuan tertentu, seperti mempromosikan produk, memengaruhi opini publik, memenangkan dukungan politik, atau mencapai tujuan lainnya. Kampanye melibatkan upaya sistematis untuk memengaruhi perilaku, sikap, atau persepsi orang banyak atau kelompok tertentu.
  5. Lobi Politik, atau sering disebut sebagai kegiatan lobi, merujuk pada serangkaian upaya yang dilakukan oleh individu, kelompok, atau organisasi untuk memengaruhi pembuat kebijakan, seperti anggota parlemen, pejabat pemerintah, atau lembaga legislatif.
  6. Branding, adalah proses membangun dan memperkuat citra serta identitas seorang politisi, partai politik, atau kelompok politik dengan cara yang membedakannya dari pesaingnya. Konsep branding dalam politik mirip dengan branding dalam dunia bisnis, di mana tujuan utamanya adalah menciptakan persepsi positif di kalangan pemilih atau masyarakat umum

Komunikasi dalam Sistem politik

Komunikasi politik dalam sistem politik mengacu pada pertukaran informasi, pesan, dan pandangan antara aktor politik, institusi, dan masyarakat dalam rangka mempengaruhi proses politik dan pembuatan keputusan. Ini melibatkan berbagai bentuk komunikasi, baik melalui media massa, pertemuan umum, kampanye politik, atau platform-platform online.

Gambar 4. Komunikasi Politik dalam Sistem Politik

Proses tersebut terjadi di dalam sistem politik yang akan mengurai suatu hubungan dan interaksi baik antarkomunikator politik, antarlembaga politik ataupun antara komunikator politik dengan lembaga politik. Tujuannya adalah menyampaikan pesan-pesan politik melalui berbagai saluran komunikasi kepada khalayak politik sehingga akan muncul efek (pengetahuan, perasaan, tindakan) dan feedback berupa dukungan atau penolakan.

Klik Donwload Materi

Referensi

D. Nimmo dan Keith R. Sanders, “The Oxford Handbook of Political Communication” oleh Kate Kenski dan Kathleen Hall Jamieson, dan “Political Communication in the Online World: Theoretical Approaches and Research Designs” oleh Gerhard Vowe dan Philipp Henn.

Irwanti, Marlinda, (Ed. Elan Jaelani), Buku Ajar Komunikasi Politik, CV Widina Media Utama, Bandung, 2023

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *